Keterlaluan!! Dewi: Qur'an Memang Harus Diinjak

Allah SWT sudah berjanji bahwa Allah SWT akan menghinakan orang-orang yang telah menodai agama Islam melalui kutukan, atau azab dan lain lain. Seperti yang terjadi pada perempuan ini. Akun White Dove alias Dewi menggegerkan dunia maya setelah dengan terang-terangan ia menghina kitab suci Al-Qur’an.



Dalam akun Facebook miliknya, dengan sangat berani wanita paruh baya ini meletakkan Al-Qur’an di bawah lalu menginjak dengan kedua kakinya. Tak sampai disitu, Dewi pun turut menambahkan caption di bawah foto dengan kalimat bernada melecehkan kitab suci umat Islam ini.

Dewi menginjak Al-Qur’an



“Ya, memang harus diinjak. Karena aku pernah dengar ustad ceramah di masjid mengatakan Alquran adalah pijakan hidup kita,” tulisnya di bawah foto sepasang kaki menginjak mushaf.

Sontak, akun White Dove segera menuai kecaman netizen terutama dari Kabupaten Karimun, tempat Dewi berdomisili. Tak cukup kecaman di Facebook, warga Karimun segera membawa masalah itu ke dunia nyata.

“Saya salah satu umat islam yang berada di Kabupaten Karimun sangat tersinggung dan marah besar soal tulisan akun white dove itu, soal agama,tuhan dan al-quran tolong jangan dianggap main-main. Kami minta pihak kepolisi segera tanggap pemilik akun white dove.”terang panglima dengan nada kesal.

Ramainya perbincangan mengenai penghinaan terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh Dewi membuat wakil gubernur kepri Nurdin Basirun naik pitam.

“Kalau tidak tahu soal agama islam jangan asal bicara.”Ujar Nurdin Basirun dengan nada tegas.


Nurdin menegaskan pelaku harus segera meminta maaf kepada umat Islam khususnya yang berada di kabupaten karimun.

Dewi: Ya memang harus diinjak



“jangan main-main dan asal bicara soal aqidah bisa bahaya.saya tegaskan pelaku sesegera mungkin meminta maaf dengan masyarakat karimun khususnya yang beragama islam.”Ujar Nurdin.


Masyarakat setempat pun akhirnya melaporkan White Dove alias Dewi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karimun. Bahkan warga Karimun mengancam, jika masalah tersebut tidak selesai di tangan MUI, mereka akan melaporkan Dewi ke pihak kepolisian.

Pada Senin (1/2/2016) pagi, Dewi pun memenuhi panggilan Majelis Ulama Indonesia setempat untuk memberikan penjelasan. Dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karimun, Azhar Hasyim, Dewi pun mengakui kesalahannya, ia pun meminta maaf atas perbuatannya yang dinilai telah melecehkan umat Islam.

Dalam sidang tersebut, hadir pula warga dan para tokoh-tokoh pemuda dan tokoh-tokoh organisasi Islam di kabupaten karimun. Dihadapan banyak orang Dewi juga mengatakan jika dirinya tak sengaja melakukan tindakan tersebut. Ia berkilah jika waktu ia sedang mengantuk sehingga secara tidak sadar menulis kalimat penghinaan tersebut.


“saya minta maaf,saya tak sadar waktu menulis komentar facebook itu karna saat menulis sudah larut malam dan mata saya mengantuk.”terangnya

Dipecat dan diusir



Tak puas dengan alasan dan permintaan maaf Dewi, masyarakat Karimun yang terlanjur marah kepada Dewi akhirnya menuntut PT Saipem Indonesia Karimun Branch untuk memecat Dewi dari pekerjaannya. Tak hanya itu masyarakat setempat juga meminta agar Dewi diusir dari Karimun. Setali tiga uang, MUI pun mendukung tuntutan masyarakat tersebut.

Akhirnya, Dewi benar-benar Dewi diberhentikan dari pekerjaannya di PT Saipem Indonesia Karimun Branch.

Setelah kehilangan mata pencahariannya, dengan amat terpaksa Dewi pun pergi meninggalkan Kabupaten Karimun pada Selasa (2/2/2016) siang. Ia dipulangkan ke kampung halamannya di Sumatera Utara, dengan dikawal Personel Satreskrim Polres Karimun. Padahal Karimun adalah tempat yang selama bertahun-tahun ditinggali Dewi untuk mencari nafkah.

Kasihan juga sih harus diusir dan dipecat, tapi masuk akal nggak sih, nginjek Al-Qur’an dalam kondisi ngantuk?

Nulis kayak gini pula “Ya, memang harus diinjak. Karena aku pernah dengar ustad ceramah di masjid mengatakan Alquran adalah pijakan hidup kita,”


Source : Beritakarimun

Subscribe to receive free email updates: