Parah! Kicauan Ernest Prakasa Ini Melecehkan Islam

SebarSebarin.org - Menjadi seorang komedian itu tidak mudah, terkadang mereka harus mengontrol selera humornya agar tidak salah tempat dalam menuliskan joke joke nya. Termasuk yang dilakukan oleh komedian yang lahir dari panggung stand up comedy ini, ia harus menerima kecaman dari berbagai pihak karena kicauan jokes nya di twitter dianggap melecehkan Islam



Ernest Prakasa dituding lecehkan Islam

Maksud hati ingin melontarkan jokes konyol di akun twitternya, tapi ternyata ia salah tempat dan salah waktu. Jokes konyolnya akhirnya berbuntut panjang setelah ia mengomentari film Pesantren Impian yang diadopsi dari novel karya Asma Nadia.



Tentu saja penulis novel tersebut Asmadia mempertanyakan maksud dari Ernet itu melalui akun Twitter @asmanadia: @ernestprakasa Maksudnya apa ya Mas? Menghubungkan PESANTREN dgn Nikita Mirzani & IMPLAN imho bukan hal yang bijak

Kita tahu bahwa nama pesantren bukan hal yang pantas untuk di olok-olok, karena pesantren adalah tempat belajar yang memiliki keistimewaan tersendiri dimana yang namanya pesantren bagi umat islam adalah tempat menimba ilmu agama.

Netizen yang melihat kicauan Ernest ini langsung menanggapi kicauan yang dianggap melecehkan ini



Siapa Ernest Prakasa?

Ia adalah seorang stand up comedian yang namanya melejit sejak meraih peringkat ketiga dalam acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada 2011 dan juga dikenal sebagai seorang komedian Tionghoa-Indonesia yang sering menjadikan kehidupan etnisnya sebagai materi stand up comedi nya.



Awal karier Ernest adalah di industri musik, yakni dengan bergabung bersama Universal Music. Ia lalu melanjutkan kiprahnya di Sony Music. Nyaris enam tahun berkutat di industri musik, Ernest mendaftarkan diri ke program televisi Kompas TV, yakni Stand Up Comedy Indonesia. Ia berhasil lolos audisi dan terpilih menjadi satu dari tiga belas finalis dari seluruh Indonesia, dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi tersebut. Ernest akhirnya memutuskan diri untuk terjun dan menekuni profesi pelawak tunggal secara penuh. Bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Isman H. Suryaman dan Ryan Adriandhy, Ernest mendirikan StandUpIndo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia.

Ernest yang menyadari kesalahannya ini segera menghapus kicauannya sebelum menjadi lebih luas lagi. Ini sekaligus menjadi refleksi walaupun dunia maya itu luas dan bebas, bukan berarti kita bebas menuliskan apapun yang kita mau dan kita suka. Karena di dunia maya ada berbagai macam orang yang belum tentu sejalan dengan pemikiran kita

sumber: hello-pet.com

Subscribe to receive free email updates: