Kesal, Turis Rusia Ngamuk Hampir Bakar Bendera Indonesia

SebarSebarin.org - Entah siapa yang benar dan siapa yang salah. Kesal dengan ulah pemandu wisata, sorang turis asing mengamuk di sebuah kantor di kawasan Bukit Lawang. Bahkan kabarnya turis asal Rusia itu menurunkan paksa dan mencoba membakar bendera Indonesia.



Akibat perbuatannya, turis bernama Mickael Chervikov (27) ini terpaksa dideportasi ke negara asalnya Rusia oleh Kantor Imigrasi Medan.

Tak dilayani, turis Rusia mengamuk

“Kita lakukan deportasi melaluai Bandara Kualanamu ke negara asalnya Rusia,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Medan, Herawan Sukoaji, seperti dikutip dari pojoksatu.


Dia menjelaskan, deportase dilakukan karena pelaku terbukti melakukan pelanggaran keimigrasi berupa mengganggu keteriban umum dan keamanan di Indonesia.

“Terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian yang diatur dalam Pasal 75 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” jelas Herawan.

Dengan itu, pihak penyidik Imigrasi Medan mengeluarkan sanksi administrasi dengan melakukan deportase terhadap pelaku.

”Dia akan kembali ke negara menggunakan Silk Air dengan tujuan Singapura. Baru dilanjutkan penerbangan menggunakan Turki Air ke Rusia,” tuturnya.



Pihak Imigrasi mengklaim tidak menemukan pidana dalam insiden tersebut. Namun, turis Rusia tersebut terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian yang diatur didalam Pasal 75 UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Turunkan paksa sang merah putih

”Diduga melakukan ketertiban umum yang dilakukan warga negara asing,” sebutnya.

Saat diperiksa, turis Rusia tersebut mengaku melakukan perbuatan itu karena kecewa dengan kinerja pemandu wisata yang disewanya. Insden berawal ketika ia dan ibunya pergi menyusuri hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Lauser.


Ia lantas berselisih paham dengan pemandu wisata tersebut yang diketahui bernama Man (28), warga Desa Timbang Jaya. Walhasil Ruschernikov dan ibunya ditinggal sendirian di dalam hutan. Padahal, menurutnya ia sudah membayar biaya penuh. Ia pun menilai pemandu wisata tersebut tak bertanggung jawab.

Ruschernikov pun lantas melaporkan kejadian yang dialaminya ke kantor Himpunan Pramusiwata Indonesia (HPI) Kabupaten Langkat. Kesal tidak mendapatkan pelayanan yang baik, Ruschernikov pun meluapkan kekesalannya dengan menurunkan paksa bendera merah putih yang terpasang di kantor HPI bahkan disenutkan nyaris membakarnya dengan bensin yang ia beli dari sebuah warung.

“Selanjutnya dia melaporkan hal itu ke Kantor HPI, karena melihat pelayanan tidak maksimal dia emosi di situ,” tutur Herawan.

Herawan juga menjelaskan turis muda itu tidak bermaksud menurunkan paksa bendara Indonesia di depan HPI Bukit Lawang Medan.

”Dalam proses pemeriksaan, yang bersangkutan tidak segaja menarik secara paksa bendara kita. Karena, tiang bendera pendek tersengol jatuh karena talinya lepas dan bendara kita tidak robek kok,” tandas Herawan.


Entah siapa yang salah dan siapa yang benar, yang jelas dengan kejadian ini citra pariwisata Indonesia semakin buruk. Bener gak sih?

Mari bagikan dan jangan lupa berikan komentarmu.


sumber: pojoksatu.id

Subscribe to receive free email updates: