Turis Tinggalkan Pekerjaan Demi Indonesia, Tapi Berakhir Tragis

SebarSebarin.org - Keindahan Indonesia sudah membuat banyak orang jatuh hati dengan negeri ini. Sudah sekian banyak warga negara asing yang rela meninggalkan negaranya bahkan menjadi warga negara Indonesia karena kecintaannya terhadap Indonesia.



Pria ini bernama Sergey Lykhvar, pemuda berusia 37 tahun asal rusia yang memutuskan berhenti bekerja dan menikmati indahnya keindahan Indonesia. Namun sayang, ia tidak beruntung saat sedang berada di Indonesia. Nasibnya harus berakhir tragis, karena diterkam buaya karena tidak mengindahkan larangan menyelam.

Keluar kerja demi Indonesia, tapi tragis..

Sergey Lykhvar memutuskan berhenti bekerja untuk berkeliling dunia melihat indahnya dunia dan akhirnya ia jatuh cinta dengan Indonesia. Ia menghabiskan banyak waktunya untuk berlibur di Raja Ampat pada Maret kemarin.

Namun ia harus berakhir dengan sangat tragis karena akhirnya ia dilaporkan tewas mengenaskan karena diterkam buaya, setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama 4 hari. Tim penyelamat melihat buaya air asin besar berada di belakang tubuh Lykhvar ketika ia ditemukan. Di sekujur jenazah Sergey, memang ditemukan banyak luka gigitan.

“Kami percaya dia dibunuh buaya dilihat dari bagian tubuh yang hilang dan luka-lukanya,”
Source: nasional.tempo.co

“Kami menduga korban diserang buaya. Jenazahnya ditemukan dengan satu tangan hilang,”
Source: suryamalang.tribunnews.com

Tinggal di Rusia dan ingin ke Indonesia

Sergey Lykhvar adalah pria yang berasal dari Rusia, tepatnya di Kolomna, Moskow, ia kemudian memutuskan untuk berhenti kerja dan bepergian melihat kecantikan Indonesia.


Ia sempat datang ke Bali setelah akhirnya ia memutuskan ke Raja Ampat. Di mata teman temannya ia memang seorang pecinta olahraga selam. Ada yang mengatakan, sebelumnya Sergey sudah dilarang menyelam di Raja Ampat, karena di daerah tersebut adalah kawasan muara-mangrove yang berbahaya karena didiami buaya.

Jasad Lykhvar ditemukan di area terpencil dan dianggap berbahaya, karena arusnya yang kuat dan banyak batu-batu yang tajam. Jasadnya kemudian dibawa ke Sorong menggunakan perahu dua jam dari Raja Ampat.

Karena kondisinya yang sangat mengenaskan, tidak memungkinkan membawa jasad Sergey dari Indonesia ke Rusia. Pihak keluarga kemudian memintanya untuk dikremasi, dan diambil oleh pihak keluarganya ke Indonesia.

“Kami masih berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Rusia, dari apa yang saya dengar, keluarganya akan datang mengambil abunya di Indonesia,”
Source: nasional.tempo.co

Raja Ampat aman!

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo mengatakan bahwa kejadian tersebut baru pertama kali terjadi. Ia pun memastikan bahwa keamanan Raja Ampat tetap terjamin.

“Raja Ampat sangat aman untuk wisata. Jangan menjudge Raja Ampat tidak aman! Kita tetap aman, asalkan didampingi guide lokal. Kejadian tersebut murni kecelakaan dan baru pertama kali terjadi. Ada faktor human error dalam kejadian itu.”
Source: www.inddit.com

Ia menjelaskan, “Hal itu bisa saja terjadi karena saat snorkeling di Pulai Manyaifun, Sergey tidak menaati aturan yakni didampingi guide lokal padahal ia belum paham betul bagaimana keadaan alam di sekitar pulau tersebut.”

Semoga kejadaian ini tidak terulang lagi. Cantiknya Indonesia memang banyak membawa warga negara asing untuk berlibur ke Indonesia, tapi tetap harus menjaga keselamatan dan mentaati peraturan supaya keadaan seperti ini tidak terulang lagi.


Sumber : Tempo.co

Subscribe to receive free email updates: