Diminta Mundur, Bupati Katingan Ini Masih saja Beraktivitas Normal, Jawabannya Soal DIminta Mundur Ini Bikin Geram! Lihat Selengkapnya...

Setelah kepergok melakukan perzinahan dengan istri seorang polisi, aktivitas Bupati Katingan Ahmad Yantenglie sempat memicu kegeraman. Pasalnya, di tengah masalah skandal perselingkuhannya, pria murah senyum ini kembali bekerja sejak Senin (09/01/2017) kemarin.

Untuk diketahui terlebih dahulu, tindakan memalukan dilakukan Bupati Katingan, Kalimantan Tengah, Ahmad Yatenglie. Dirinya tertangkap sedang berduaan dengan Farida Yeni, istri seorang anggota polisi Aipda SH, pada Kamis (05/01/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa berawal saat Aipda SH pulang dari Kota Sampit, tetapi saat tiba di rumah tidak dapat menemukan kunci rumah. (selengkapnya baca: Kisah lengkap Bupati Katingan kepergok selingkuh hingga jadi tersangka )

Hari pertama masuk kerja usai kejadian skandal perselingkuhannya terbongkar dan menjadi pembicaraan, Yantengli tampak melakukan koordinasi dan memimpin rapat.

Yantengli menggelar rapat bersama para pejabat pada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Katingan. Pelaksanaan rapat program kerja bersama jajaran SKPD di Pemkab Katingan tidak dilaksanakan di kantor bupati. Dia memilih melakukan kegiatan tersebut di pendopo atau aula rumah jabatan Bupati Katingan.

“Rapat awal tahun ini membahas masalah, anggaran, pergantian nomenklatur, serta upaya memberantas narkoba,” ujar Yantengli.

Sebelumnya, Istri Yantengli, yakni Endang Susilawatie, juga menegaskan setelah melalui pemeriksaan di Ditreskrinmum Polda Kalimantan Tengah, suaminya langsung pulang ke rumah jabatan.

“Beliau Iistri) alhamdulillah sehat-sehat saja, masih di rumah jabatan dan Senin (9/1/2017) hari ini, tetap akan ngantor. Kami minta doanya saja semoga masalahnya bisa cepat selesai dengan baik.”ujar Endang.
Jawaban mengejutkan meluncur dari Bupati Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Yantenglie saat ditanya soal desakan mundur, Senin (9/1/2017).
Tanggapan mengagetkan

Bupati ini juga sempat memberi tanggapan yang mengagetkan soal dirinya yang diminta mundur dari jabatanan tetapi, ia memberi jawaban bahwa pengunduran dirinya harus dipertimbangkan secara matang.

“Itu hal yang lumrah dalam duinia demokrasi kan setiap orang boleh menyampaikan pendapat pendapatnya begini pendapatnya begitu.”

“Yang paling jelas bahwa kita harus menjunjung tinggi tiap persoalan orang bisa menuduh siapapun boleh tapi duduk persoalannya seperti apa.”

“Persoalan mundur atau maju itu persoalan yang harus dipertimbangkan secara matang, karena pada prinsipnya bahwa, alasan mundur apa kemudian dampak politik seperti apa.”

“Bagi saya urusan mundur dan maju hal yang lumrah bagi saya selaku pribadi,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip TribunNews.

sumber: simomot

Subscribe to receive free email updates: