RENUNGAN: Kisah Malaikat Izrail Masuk Rumah Nabi Sulaiman


Malaikat Izrail menjadi malaikat yang paling ditakuti oleh manusia. Kedatangannya menjadi pertanda bahwa kehidupannya di dunia tinggal hitungan detik. Tidak hanya manusia biasa, malaikat maut ini juga mendatangi para nabi dan utusan-Nya.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan jika pada suatu hari malaikat Izrail mendatangi rumah Nabi Sulaiman. Di saat itu ada seorang pemuda yang tengah bertamu dan bercakap-cakap dengan Nabi di rumahnya.

Begitu masuk ke dalam rumah tersebut, tiba-tiba saja pandangan malaikat Izrail berubah menjadi lebih tajam saat melihat pemuda itu.

Hati pemuda tersebut kemudian berdebar-debar karena dipandangi dengan sangat tajam oleh Izrail. Ia merasa ketakutan dengan apa yang sudah terjadi.


Izrail Menyamar Jadi Manusia

Beberapa saat kemudian, malaikat maut tersebut pergi meninggalkan Nabi Sulaiman dan pemuda tadi. Setelah melihatnya pergi, maka bertanyalah pemuda tadi kepada Nabi Sulaiman. " Ya Nabi Sulaiman alaihissalam, siapakah orang tadi?"

Nabi Sulaiman menjawab, " Itu adalah malaikat maut yang sedang menyamar menjadi manusia."

Pemuda tersebut berkata, " Sungguh aku tidak nyaman dengan pandangannya yang terus-menerus menatapku. Aku menjadi takut jangan-jangan dia ingin mencabut nyawaku. Ya Nabi Sulaiman, sebagai seorang nabi yang diberi kekuatan oleh Allah untuk menguasai angin, bisakah kau menyuruh angin untuk menerbangkanku ke negeri China? Semoga dia tidak bisa mengejarku ke negeri China."
======

Ingin Hindari Maut tapi....

Nabi Sulaiman berkata, “Apabila memang sudah waktumu untuk meninggal, bukankah kau tidak bisa lolos dari kematian?” “Ya, tetapi aku ingin mencobanya. Wahai nabi Sulaiman, aku mohon kepada engkau agar menyuruh angin untuk membawaku ke negeri Cina”, katanya.


Setelah memohon dengan sungguh-sungguh akhirnya Nabi Sulaiman bersedia mengabulkan keinginan si pemuda tadi. Dengan mukjizat dari Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada Nabi Sulaiman maka ia bisa memerintahkan angin untuk membawa pemuda itu ke negeri Cina sesuai dengan permintaannya.

Hingga akhirnya sampailah pemuda tersebut ke negeri Cina. Beberapa lama setelah kejadian tersebut, datanglah malaikat maut kepada Nabi Sulaiman. Lantas, bertanyalah Nabi mengapa malaikat maut itu menandangi pemuda tersebut dengan pandangan yang tajam.

Kemudian malaikat maut menjawab, “Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa pemuda itu pada saat yang telah ditentukan (hari itu) di negeri Cina. Aku memandanginya karena keheranan, mengapa Allah menyuruhku untuk mencabut nyawanya di negeri Cina sementara aku melihatnya sedang berada di dekatmu?” Maka malaikat maut melanjutkan, “Ternyata pahamlah aku, karena tidak lama setelah aku pergi, tiba-tiba angin membawanya ke negeri Cina. Dan aku telah mencabut nyawanya hari itu di Cina.”

Dari kisah di atas bisa diambil pengajaran bahwasanya tidak ada satupun orang yang dapat menolak datangnya kematian kemanapun ia pergi untuk menghindarinya. Maka terimalah segala sesuatu sudah ditakdirkan Allah SWT kepada kita.


Cara Malaikat Izrail Mencabut Nyawa

Urusan rizki, jodoh dan mati itu adalah hanya Allah SWT saja yang mengetahui. Apalagi masalah yang berbau dengan kematian, kematian adalah sesuatu yang pasti datang kepada tiap-tiap makhluk yang bernyawa. Tetapi, kapan waktunya telah dirahasiakan oleh Allah SWT. Untuk itu kita harus selalu siap untuk menyambut datangnya maut ketika maut datang menjemput kita.

Dalam Islam, malaikat yang ditugaskan untuk mencabut nyawa makhluk hidup adalah malaikat Izrail. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw pernah bersabda bahwa rasa sakit ketika sakaratul maut di ibaratkan seperti dipukul 100 kali dengan pedang tajam atau seperti di 'kuliti' hidup-hidup. Bayangkanlah betapa sakit dan dahsyatnya saat menghadapi kematian.

Seperti yang dikutip dari lintas.me, bahkan sakaratul maut paling ringan dan paling halus pun masih meninggalkan bekas rasa sakitnya. Hal itu telah di alami oleh Nabi Idris yang memohon kepada Allah swt untuk di berikan cara terhalus dalam mencabut nyawanya, namun Nabi Idris masih merasakan sakit luar biasa. Maka sangat beruntunglah siapa yang matinya dalam keadaan baik.

Seperti yang dikutip dari lintas.me, bahkan sakaratul maut paling ringan dan paling halus pun masih meninggalkan bekas rasa sakitnya. Hal itu telah di alami oleh Nabi Idris yang memohon kepada Allah swt untuk di berikan cara terhalus dalam mencabut nyawanya, namun Nabi Idris masih merasakan sakit luar biasa. Maka sangat beruntunglah siapa yang matinya dalam keadaan baik.

Lalu, Bagaimana Bisa Malaikat Maut Mencabut Nyawa Makhluk Hidup Secara Bersamaan? Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut saat sedang berbincang:

Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal diwaktu yang sama; yang satu berada di ujung timur yang satu berada diujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor bintang melata pun akan mati?

Malaikat pencabut nyawa pun menjawab:

Aku akan panggil ruh-ruh tersebut, dengan izin Allah swt, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku (HR abu Nu’aim)

Setiap yang hidup akan merasakan mati, dan Kami menguji kamu dengan keburukan dan kesenangan sebagai cobaan; dan kepada Kamilah kamu akan kembali. (Surah al-Anbiya ayat:35)

Kematian merupakan jalan satu-satunya untuk menuju ke akhirat. Kematian juga mengingatkan kita bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. Maka bawalah bekal kebaikan sebanyak-banyaknya agar kelak saat amalan kita di hisap nanti, lebih berat kebaikannya ketimbang keburukannya.

Sumber: Infoyunik, Makintau

Subscribe to receive free email updates: